Kamis, 13 Februari 2014

3

3. Makan Tiwul Untuk Cegah Kolesterol

Salah satu makanan rakyat yang disukai Soeharto adalah tiwul. Makanan itu terbuat dari singkong yang diparut, lalu direbus bersama gula aren. Tiwul biasa dimakan rakyat Yogyakarta jika kesulitan beras.Menurut Soeharto, Tiwul rendah kolesterol. Soeharto pun pernah menasihati ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Harmoko (kelak menjadi menteri penerangan dan ketua DPR/MPR).”Jangan terlalu banyak makan daging. Kalau mau rendah kolesterol, makan tiwul, dan jangan sayur tempe,” kata Pak Harto dalam “Pak Harto The Untold Stories” terbitan Gramedia Pustaka Utama halaman 168.
Harmoko malah menyahut. “Tapi di Jakarta susah mendapatkan tiwul, Pak.” Soeharto tersenyum saja.

2.

2. Lahap Makan Ikan Bilih

Soeharto gemar melahap ikan bilih, sejenis ikan berukuran kecil-kecil yang hidup di air tawar. Apalagi jika disuguhkan bersama sayur lodeh dan nasi hangat. Ceritanya Soeharto mengundang Gubernur Sumatera Barat, Azwar Anas, untuk sarapan pagi. Azwar datang telat. Dia lega Soeharto tidak marah. Ketika itu Azwar melihat Soeharto sarapan dengan sayur lodeh dan ikan bilih. Sementara untuk tamunya, makanan yang dihidangkan lebih mewah. “Dari beberapa kali kunjungan, saya jadi tahu bahwa Pak Harto menyukai ikan bilih dari Danau Singkarak. Pak Harto sangat menikmatinya. Oleh karena itulah istri saya selalu memasakkan ikan bilih jika Pak Harto sedang berdinas ke Sumatera Barat dan sesekali mengirim ikan bilih ke kediaman Pak Harto,” kata Azwar Anas dalam “Pak Harto The Untold Stories” terbitan Gramedia Pustaka Utama halaman 152.

5

5.. Sering berpuasa
Menurut sebuah penelitian berpuasa adalah sebuah metode ampuh untuk menahan diri. Ini merupakan sebuah cara sehat yang kadang masih disepelekan orang-orang zaman sekarang.

4.

4. Cepat tidur dan cepat bangun
Jika sudah waktunya tidur, maka Rasulullah SAW akan cepat tidur. Tidur yang tepat di malam hari kira-kira adalah seusai istirahat setelah shalat Isya, kurang lebih pukul 21.30. Kemudian kira-kira pukul 03.00 sudah bangun di pertiga malam untuk shalat malam.Dengan demikian waktu yang digunakan untuk tidur adalah kurang dari delapan jam. Dalam konteks ini, penggunaan waktu 24 jam dalam satu hari satu malam, adalah sepertiga untuk bekerja, sepertiga untuk beribadah kepada Allah, dan sepertiga lagi adalah untuk tidur yang cukup. Tentu saja, perbandingan ini tidaklah kaku, melainkan dalam pengertian dalam keseimbangan.

3

3. Makan dengan tangan kanan
Makan dengan tangan kanan bukan hanya sekedar tradisi tetapi juga menurut sebuah penelitian ini juga salah satu gaya hidup yang sehat. Ketika makan menggunakan tangan kanan maka yang aktif adalah otak kiri dimana sifat otak kiri ini selalu teratur, dan berpikir.Sedangkan ketika makan menggunakan tangan kiri maka yang aktif adalah otak kanan yang memiliki sifat imajinasi dan acak. Jadi makan dengan tangan kiri dianggap kurang cocok menurut sebuah penelitian.

2.

2. Duduk ketika hendak minum
Ketika merasa haus Rasulullah biasa meminum air dengan duduk terlebih dahulu. Cara ini juga terbukti menyehatkan secara ilmiah dimana ketika kita meminum air dengan posisi masih berdiri akan ada katup yang belum siap menerima tekanan air dan ketika duduk katup itu terbuka dan siap menerima air.